IT'S ABOUT LOVE AND FRIENDSHIP

Minggu, 29 April 2012

| | |
             IT'S ABOUT LOVE AND FRIENDSHIP
Oleh     : YUSIHARFIAN M. P (40)
 
S
ekolah adalah tempat di mana kita bisa mengungkapkan segala ekspresi kehidupan di dalamnya. Sekolah juga menjadi tempat yang indah untuk menemukan cerita-cerita indah dan lucu yang bisa untuk dikenang. Selain sebagai tempat untuk menemukan segudang ilmu, di sekolah itu juga menjadi tempat  kita menemukan teman dengan berbagai jenis dan sifat yang berbeda, sesosok teman dapat menjadi sebuah keindahan dalam menjalani kehidupan ini, selain itu di lingkungan sekolah juga dapat menemukan  Canda Tawa, Suka Duka dan lain-lainnya. Di sini lah sebuah cerita berawal.
Di dalam kelas Fendy, Angga, dan Reno sedang membicarakan tentang soal matematika yang sangat sulit.  Reno, Fendy, Angga, dan Agus adalah sahabat dari kelas 7 hingga kelas 9 SMP 2 Bintang Bangsa. Bahkan saat kelas 9 pun mereka masuk kelas yang sama yaitu kelas 9.1.
“Good morning all....!!”
                Tiba-tiba ada suara keras yang memekakkan gendang telinga, lebih-lebih telinga Angga, Reno, dan Fendy.
                “Suara apa itu??” tanya Reno.
                “Geledek kali, Ren” kata Fendy.
                “Masa ada geledek di pagi hari yang cerah kayak gini???” protes  Angga.
                “OwwHh, kalau gitu,,, suara itu pasti suaranya Mr. Lebay...!!” kata Fendy.
                “Siapa tu Mr. Lebay???” tanya Reno.
                “Lagi ngapaen alll???” suara keras dan menyebalkan itu terdengar lagi,.,,.
tiba-tiba Agus(Mr. Lebay) terlihat berjalan ke arah mereka, ternyata suara keras itu adalah suara Agus,.,.
                “Owh, ternyata Mr. Lebay thu Agus.,.” ujar Reno setelah dia melihat Agus datang.
                “Di tanya kok gak ada yang jawab???” tanya Agus.
                “Aku kira itu suara setan,.., heehehe,.,.” ejek Fendy.
                “Setan keluarnya malam-malam kali, masa setan keluarnya  pagi-pagi kayak gini” jawab Agus dengan nada marah.
                “Hhaahahahaa..,.,.,.” tawa Fendy.
                “Kamu tahu darimana kalau setan keluarnya malam-malam gus, kamu sering ngapel setan ya gus???” ejek Reno.
                “Ya aku kan cuma kata orang-orang aja,..,., kalian pernah dengar cerita hantu di sekolah kita???” tanya Agus.
                “Gak,.,.,., pinter sekali kamu mengalihkan pembicaraan,gus..,” ujar Fendy.
Agus tertawa dengan senangnya.
                “Heehhheehee.,,., Ngga, kamu kok diem aja dari tadi, kenapa???” tanya Agus.
                “Aku gak kenapa-kenapa kok” jawab Angga.
                “Gak kenapa-kenapa kok dari tadi nglamun terus, kamu lagi mikirin apa???” tanya Agus.
                “Aku gak mikirin apa-apa, gus...!!” jawab Angga dengan jengkelnya.
Dengan melihat arah tatapan mata Angga, Agus menirukan Angga, ternyata Angga sedang melihat ke arah seorang cewek yang dia taksir dari kelas VIII, dan  itu adalah seorang adik kelas yang bernama Raisa. Raisa adalah cewek yang baik, pintar, cantik dan juga memakai kerudung.
                “Owh, kamu lagi ngliatin adiknya Reno ya???” tanya Agus
                “Gak.. gak.. gak kok, aku lagi gak ngliatin siapa-siapa” jawab Angga dengan wajah malu.
                “Haayyoo... kamu suka Raisa ya, kalau suka ngomong aja, kalau gak ngomong nanti di balap orang lain Lhoo...” ujar Agus.
                “Hussstt, jangan keras-keras ngomongnya, nanti kalau Reno dengar kan bisa gawat,,” jawab Angga.
                “Ya udah ungkapin aja perasaan kamu ke dia...” ujar Agus.
                “Aku malu ngungkapinnya” jawab Angga.
                “Apa aku aja yang ngomong sama dia kalau kamu suka dia???”
 Tiba-tiba Raisa masuk ke kelas kakaknya yaitu IX. I untuk memberikan bukunya Reno yang tadi ketinggalan di meja belajar. Lalu Angga pun langsung duduk tenang diam tanpa kata karena terpesona melihat Raisa.
                “Dik, mau apa kamu ke kelas kakak” tanya Reno kepada Raisa.
                “Kak, ini Raisa mau ngembaliin buku kakak yang tadi ketinggalan di meja belajar” jawab Raisa.
                “Owh, ya udah Makasih” ujar Reno.
                “Ya sama-sama” kata Raisa.
Setelah itu, Raisa pun pergi meninggalkan kelas IX.I untuk kembali ke kelasnya yaitu VIII.I, lalu Angga pun melanjutkan pembicaraannya dengan Agus yang tadi tertunda karena ada Raisa.
                “Gimana yang tadi???” tanya Agus.
                “Yang mana???” jawab Angga.
                “Lho kok malah balik nanya???, yang aku ngomong ke Raisa tentang perasaan kamu” Ujar Agus dengan kesal.
                “Jangan... jangan..,,!! biar aku sendiri yang ngomong ke dia.” kata Angga.
                “Ya udah...” ujar Agus.
Tak beberapa lama, bel masuk pun berbunyi, lalu mereka semua mengikuti pelajaran . 2 jam pun berlalu dan bel istirahat pun berbunyi.mereka semua pergi ke kantin kecuali Angga. Angga tidak ikut sahabat-sahabatnya pergi karena dia sedang merenung mancari cara ngungkapin perasaannya ke Raisa dan tidak ketahuan oleh Reno.

                “Bagaimana ya caranya ngungkapin perasaanku  ke Raisa???” tanya Angga dalam hati.
10 menit berlalu, bel masuk pun berbunyi, Reno, Fendy, dan Agus pun masuk kelas dengan berlari karena guru mereka telah masuk ke kelas. Mereka pun duduk ke tempat duduk mereka masing-masing.
                “Ngga, kamu mau ngungkapinnya kapan???” tanya Agus dengan wajah pingin tahu.
                “Mau tahu aja,,..,” kata Angga.
Lalu Agus pun terdiam, karena dia tidak ingin mencampuri urusan temannya itu. 2 jam pun berlalu, bel pulang pun berbunyi, mereka semua pun pulang kecuali Angga dan. Ternyata Angga berniat ngungkapin perasaannya ke Raisa pada saat pulang sekolah. Lalu Angga pun pergi ke kelas VIII. I untuk menemui Raisa, beruntungnya Angga karena Raisa sedang sendirian di luar kelas VIII. I karena teman-temannya sudah pulang semua.
                “Ra, kamu kok gak pulang, teman-teman kamu kan udah pulang semua...” kata Angga.
                “Aku lagi nungguin kakak aku... lha kak Angga kenapa belum pulang???” tanya Raisa.
                “Aku lagi nungguin kamu..” kata Angga.
                “Ngapaen nungguin aku, kak” tanya Raisa dengan  wajah bingung.
                “Aku pengen ngomong sesuatu ke kamu...” ujar Angga.
                “Ngomong apa???” tanya Raisa.
                “Aaa... aaa...aaaku pengen ngomong perasaanku ke kamu, sebenarnya aku dah suka kamu sejak aku kelas VIII, dan apakah kamu mau jadi pacarku???” tanya Angga kepada Raisa.
Raisa belum menjawab sepatah kata pun, tiba-tiba kakaknya memanggil Raisa untuk di ajak pulang.
                “Dik, ayo pulang, mau pulang bareng kakak gak???” tanya Reno.
                “Iya kak, tunggu sebentar...” jawab Raisa.
Lalu mereka berdua pulang meninggalkan Angga sendirian di depan kelas VIII. I. Pada keesokan harinya, Angga, Reno, Fendy dan Agus berangkat bersama-sama ke sekolah, sesampainya di sekolah mereka pun langsung masuk ke kelas dan duduk di tempat duduk masing-masing untuk mulai berdoa. Tetapi pada hari itu ada yang terlihat aneh, rupanya Angga terlihat gelisah karena sesuatu.
                “Ngga, sikapmu kok aneh hari ini???” tanya Fendy.
                “Aneh gimana?? Kayaknya sikapku biasa-biasa aja” jawab Angga.
                “Ya sikapmu hari ini agak gelisah” tanya Fendy.
                “Oowwhh,, mungkin karena aku kurang tidur aja” jawab Angga.
2 jam kemudian bel istirahat pun berbunyi, lalu Angga pun langsung pergi ke kelas VIII. I untuk menemui Raisa untuk menyakan jawaban tentang hal yang Angga katakan pada saat pulang kemarin. Dan tidak di sangka dia langsung ketemu dengan Raisa.
                “Ra, bagaimana jawabanmu tentang hal yang aku katakan kemarin???” tanya Angga kepada Raisa tanpa basa-basi.
                “Aku minta maaf kak, aku gak bisa nerima kakak, karena kak Reno pasti tidak setuju dengan hubungan kita” ujar Raisa.
                “Apakah kamu telah memikirkannya dengan baik-baik Ra???” tanya Angga.
                “Iya kak, aku telah memikirkannya dengan baik-baik..,., maaf kak” ujar Raisa dengan wajah bersalah.
                “Ya udah...” ujar Angga.
Lalu Angga pun pergi ke kelasnya dengan hati yang terpecah belah karena cintanya ditolak. Di tempat lain terlihat Agus yang sedang menemui pacarnya di kantin yang bernama Renny. Renny adalah adik kelasnya yaitu kelas VIII. I. Dia cantik, baik, dan juga memakai kerudung. Dia juga teman sekelas Raisa. Agus dan Renny baru pacaran pada saat Agus kelas 9, kira-kira pada kelas 9 semester pertama.
                “Gimana dik kabarnya???” tanya Agus.
                “Baik kak... lha kakak sendiri gimana???” ujar Renny.
                “Kakak juga baik dik” kata Agus.
                “Adik kok bingung tentang hubungan kita kak” ujar Renny.
                “Bingung kenapa dik???” tanya Agus.
                “Kita kan pacaran, tapi kita jarang jalan bareng,,,” ujar Renny.
                “Ya maaf dik, aku kan sekarang lagi sibuk ngurusin ujian praktek yang udah mulai berjalan” kata Agus.
                “Segitu sibuknya ya, sampai-sampai pacar sendiri gak diurusin” ujar Renny dengan nada marah.
                “Ya maaf dik” ucap Agus.
Tanpa menjawab permintaan maaf Agus, Renny pun pergi. Pada saat bel pulang, Renny langsung pulang dan melihat Agus dengan teman cewek sekelasnya sedang ngobrol di depan gerbang. Hal itu membuat Renny semakin marah. Sesampainya di rumah dia langsung mengambil hapenya dan membuat status di Facebook yang tertulis apakah harus kuakhiri hubunganku dengannya, apakah dia telah mendapat cewek baru, hingga aku gak dianggap...
Keesokan harinya pada saat istirahat pertama Agus langsung menemui Renny dan membicarakan masalah status Renny.
                “Dik, status adik di FB thu buat siapa???” tanya Agus dengan penasaran.
                “Gak buat siapa-siapa kok” ujar Renny.
                “Jangan bohong dik, kakak tahu status adik thu ada tujuannya.” Kata Agus.
                “Ya udah, status thu buat kakak,” ujar Renny.
                “Kenapa kamu nulis status kayak gitu??? Kenapa ditujukan ke aku???” tanya Agus.
                “Aku nulis kayak gitu Oz aku ngliat kakak sama cewek laen di depan gerbang,.,,.” Jawab Renny.
                “Cewek yang mana???” tanya Agus.
                “Lha kakak punya temen cewek berapa??? Apa jangan-jangan kakak punya cewek laen selain aku???” tanya Renny.
                “Ya kakak punya temen cewek banyak dik, tapi itu semua cuma temen aja,... kakak gak punya cewek laen kok, cuma kamu yang ada di hati kakak” ujar Agus dengan sedikit merayu.
                “Jangan bohong kak...” ucap Renny.
                “Kakak gak bohong dik” ujar Agus.
Akhirnya hubungan Agus dan Renny pun membaik, namun setelah beberapa bulan, Renny melihat Agus dan cewek itu sedang bercanda tawa bersama. Kejadian itu membuat hubungan Agus dan Renny kembali renggang, dan setelah kejadian itu Renny sama sekali tidak membalas SMS dari Agus. Agus bingung kenapa Renny tidak membalas SMSnya. Pada keesokan harinya, Agus menghampiri Renny di kelasnya.
                “Dik, kenapa SMS kakak gak di balas???” tanya Agus.
                “Gak apa-apa kok kak” ucap Renny.
                “Ngomong aja dik kalau ada yang ingin kamu omongin ke kakak” ujar Agus.
                “Aku kemarin liat kakak sama cewek itu waktu aku berangkat,.., sebenarnya dia itu siapanya kakak..?? tanya Renny.
                “Aku sama dia thu gak ada hubungan apa-apa dik, aku sama dia thu cuma teman aja” jelas Agus kepada Renny.
                “Aku gak percaya,..,” kata Renny.
                “Ya udah, mungkin putus adalah jalan terbaik untuk kita,.,. terima kasih telah mengisi hari-hariku dengan canda tawamu” ujar Agus.
                “Ya udah, kita berteman saja” kata Renny.
Dengan seiring berlalu, Angga pun dapat menerima pernyataan Raisa yang tidak dapat menerima permintaan Angga walaupun Angga sangat menyukai Raisa. Begitu juga dengan Agus, dia dapat menerima kenyataan bahwa dia dan Renny sudah putus, tetapi dia menyadari bahwa cinta tak harus memiliki seutuhnya. Sedangkan Reno dan Fendy hanya mengurusi acara perpisahan karena mereka adalah anggota OSIS.
THE END
Memang hidup itu ga terlepas dari hubungan persahabatan dan masalah percintaan, kadang-kadang di dalam hubungan persahabatan dan percintaan itu pasti selalu ada masalah atau konflik. Anggep ajah itu semua sesuatu hal yang dapat memberi pelajaran dalam menjalani sebuah hubungan untuk menjadi lebih baik lagi. Jaga terus sahabat kita dengan adanya sahabat kita bisa berbagi semua masalah yang kita alami atau dalam segala hal. Selain itu tumbuhkan rasa cinta dalam diri kita, karena cinta yang membuat hidup kita menjadi indah. Cinta bukan hanya kepada seorang kekasih, tetapi bisa kepada sahabat, keluarga atau siapa pun itu. Yang lalu biarlah berlalu, tataplah masa depan dengan penuh keceriaan.

0 komentar:

Poskan Komentar