AKHLAKUL KARIMAH

Sabtu, 28 Januari 2012

| | |

AKHLAKUL KARIMAH


Keistimewaan manusia
Perbedaan asasi antara manusia dengan binatang adalah manusia diberi potensi yang dengan potensi itu ia pantas menerima tugas ( taklif ). Sebenarnya taklif yang dibebankan kepada manusia mempertegas kemanusiaan manusia, meningkatkan ke derajat tertinggi  dan berjalan di garis yang sama sekali berebeda dengan binatang. Perbedaan istimewa disini adalah perbedaan aqli (akal),ruhi (spiritual), akhlaki (moral/akhlak), suluki (tingkah laku),  dan ijtima’I (kemasyarakatan) yang menjadikan hidup ini bermakna dan karakteristik kemanusiaan yang lebih jelas. Manusia memiliki karakteristik yang kompleks, merupakan gabungan unsur kebaikan dan keburukan. Ia dapat meninggi melebihi para Malaikat, namun iapun dapat terjungkal ke jurang paling dasar dalam neraka, sedemikian rendah, mengikuti langkah iblis.
Allah   memberikan  manusia  potensi  untuk      tahu,berkehendak,berkemampuan,hidup,mendengar,melihat, berbicara,kesiapan untuk menerima hikmah, kemurahan,kasih sayang,hidayah,santun, sesat,takabur,membantah,dsb. Dalam kehidupannya,potensi ini banyak dipengaruhi oleh faktor yang melingkunginya. Jika faktor yang melingkunginya baik,kemungkinan besar akan muncul pribadi yang baik. Begitu pula jika faktor yang melingkunginya buruk,maka kemungkinan untuk tumbuhnya pribadi  yang buruk juga akan semakin besar.
Kata manusia berasal dari bahasa arab. Secara etimologis manusia berasal dari kata man (bacanya bukan men ) dan nasiya (bukan nasi…ya). Man itu artinya orang,nasiya: lupa. So manusia artinya orang yang lupa. Jangan tersindir dulu ya sobat. Bukan seperti orang yang di jalan yang sering nyengar-nyengir sendiri and gak pakai pakaian, tapi manusia secara fitrah emang sering lupa asal tidak kebablasan. Kelupaan manusia itu wajar,tidak dibuat-buat dan tidak dijadikan kebiasaan,agar kamu tidak dikira kerasukan setan,jin,memedi,lelembut, dsb.
Pengertian Akhlak
                Akhlak adalah perilaku yang menyatu  pada seorang muslim,sehingga munculnya spontan, bukan keterpura-puraan atau keterpaksaan. Tujuannya jelas,yaitu untuk mencari ridho Allah,bukan mencari pujian. Hal inilah yang membedakan akhlak dengan filsafat moral.
            Guys, selimutilah tubuh kita dengan hiasan yang menyemburkan aura kebaikan dengan menuangkan segala upaya kita menjadi pribadi yang soleh dan memberikan manfaat pada lingkungan sekitar. Setuju kan guys….. kudu setuju dong! Ntar waktu kita kembali kepada dzat yang menggenggam nyawa kita kan sendiri-sendiri bukan rombongan. Kalo kita ditanyain nanti bagaimana masa mudamu,perilaku keseharianmu. Yang jawab kan kita sendiri. Mustahil orang lain yang jawab, karena apa yang kita lakukan baik atau buruk akan kepada diri kita.                                                            
Keburukan Akhlak Akan Merusak Amal Kebaikan
Berikut adalah beberapa alasan yang menjelaskan bahwa keburukan akhlak bisa merusak amal kebaikan seseorang :
a.    Keburukan akhlak bisa membatalkan amal kebaikan
Amal kebaikan harus dikerjakan dengan niat yang ikhlas, amal yang diiringi dengan riya’ akan menjadi batal dan rusak.
b.    Keburukan akhlak bisa menghilangkan pahala amal kebaikan
c.     Keburukan akhlak bisa memindahkan pahala amal kebaikan
d.    Dapat menghilangkan pengaruh baik  dari kebaikan yang dilakukannya.
e.    Dapat mengundang kecurigaan orang lain apabila seseorang melakukan amal kebaikan.
f.     Keburukan akhlak bisa mengurungkan seseorang untuk melakukan amal kebaikan.
g.    Pengaruh maksiat dapat menghilangkan kenikmatan ibadah,kerisauan yang didapatkan oleh pelaku maksiat dalam hatinya antara dirinya dan Allah ta’ala, kegelapan yang didapatkan dalam hatinya, memperpendek umur dan menghilangkan barakah rezeki, serta menghilangkan rasa malu.
Cara Mencapai Akhlak Mulia
  • *      Menjadikan iman sebagai pondasi dan sumber
Iman artinya percaya,yaitu percaya bahwa Allah selalu melihat segalaperbuatan manusia. Apabila melakukan perbuatan baik, maka balasannya akan menyenangkan. Apabila melakukan perbuatan jahat,maka balasan pedih siap menanti. Hal ini akan melibatkan iman kepada hari akhir. Akhlak yang baik akan dibalas dengan surga dan kenikmatannya . begitu pula denga akhlak  yang buruk akan disiksa di neraka.
  • *      Pendekatan secara langsung (melalui Al-qur’an)
Seorang muslim harus menerima Al-qur’an secara mutlak dan menyeluruh. Jadi ,apapun yang ada di dalam Al-qur’an wajib diikuti.
  • *      Pendekatan secara tidak langsung
Yaitu dengan upaya mempelajari pengalaman masa lalu,agar kejadian-kejadian malapetaka yang telah terjadi tak akan terulangi lagi di masa kini dan masa yang akan datang.
            Berdasarkan hal diatas, intinya adalah latihan dan kesungguhan. Latihan artinya berusaha mengulang-ulang perbuatan yang  akan dijadikan kebiasaan. Kemudian bersungguh-sungguh berkaitan dengan motivasi. Motivasi yang terbaik dan paling potensial adalah karena ingin memenuhi perintah Allah dan takut siksaNya.
Akhlak Yang Harus Dimiliki Setiap Muslim
  • *      Jujur
Seorang muslim harus jujur, tidak suka berdusta, berani mengatakan yang benar, meskipun mengandung resiko bagi dirinya tanpa takut celaan orang. Menjaga diri dari dusta akan menciptakan imunitas dalam jiwa yang melindungi dari bisikan dan godaan syetan,sehingga ia tetap dalam keadaan kebersihan, kesucian, dan ketinggian jiwa.
  • *      Amanah dan menepati janji
Allah menyebut hamba-Nya dengan sebutan mukmin karena hanya orang mukmin saja yang dapat memelihara amanat Allah, menunaikan serta memegangnya dengan erat.
*      Menjaga kehormatan
*      Malu
Seorang muslim harus memiliki sifat malu, tanpa kehilangan keberanian dalam kebenaran.diantara benuk sifat malu itu adalh tidak mencampuri urusan orang lain, menundukkan pandangan,rendah hati, tidak meninggikan suara,qona’ah,dll.
*      Menutup aib
Seorang muslim harus berprasangka baik ( husnudzan) terhadap saudara muslim yang lain, karena berprasangka buruk akan menjatuhkan persaudaraan.
*      Dermawan/murah hati
*      Tawadhu’ (rendah hati)
Seorang muslim harus bersikap rendah hati,terutama di kalangan saudara sesama muslim.janganlah membedakan antara yang kaya dan yang miskin.
*      Menjauhkan diri dari semua yang diharamkan Allah.
*      Berbuat baik kepada orang tua
*      Membantu orang yang membutuhkan sesuai kemampuan.
Sebab-Sebab Kemerosotan Akhlak
1.       Lemahnya iman merupakan pertanda dari kerendahan dan rusaknya moral,ini disebabkan karena iman merupakan kekuatan dalam kehidupan seseorang.
2.       Lingkungan
Lingkungan memberikan dampak yang sangat kuat bagi perilaku seseorang, karena seperti dikatakan pepatah bahwa seseorang adalah anak lingkungannya. Kalau dia hidup dan terdidik dalam lingkungan yang tidak mengenal makna adab dan akhlak serta tidak tahu tujuan hidup yang mulia, maka akhlaknya akan rusak sebagaimana hasil didikan lingkungannya. Jika sebuah rumah tangga penghuninya membiasakan akhlak yang baik, maka seorang anak akan ikut terbiasa juga dengan akhlak tersebut, dan sebaliknya.
3.       Kondisi tak terduka
4.       Tidak mengingkari orang yang berakhlak buruk
Membiarkan orang lain berbuat keburukan,memberikan toleransi dan tidak peduli terhadap mereka adalah bukan sebuah sikap yang baik. Bahkan itu merupakan kelemahan serta memberikan peluang kepada mereka untuk terus melakukan perbuatan buruk,bahkan merupakan sebuah andil dalam perbuatan buruk mereka.
5.       Lupa aib diri sendiri
Tatkala seseorang melupakan aib diri sendiri, maka dia tidak akan mengoreksi dan introspeksi diri. Dan hal ini merupakan  salah satu sebab merosotnya ketinggian akhlak seseorang. Karena lupa akan kekurangan diri sendiri adalah sebuah kekurangan.
6.       Teman yang buruk
Ketika seseorang berteman dengan orang yang buruk perangai maka dia biasanya akan terpengaruh dengan temannya tersebut,dan ini merupakan  sebab akhlak seseorang menjadi rendah. Berteman dengan orang buruk juga terkadang mrnjadikan tumbuhnya su’udzan (buruk sangka) terhadap orang baik-baik.
7.       Media massa
Salah satu masalah yang sangat mengkhawatirkan adalah munculnya berbagai media massa dan stasiun-stasiun televisi yang beraneka macam dengan menyiarkan acara yang merusak dan cenderung mengajak kepada kerendahan moral. Tidak sedikit masyarakat yang gandrung dan kecanduan dengan seorang artis atau acara tertentu, sehingga dengan tanpa ilmu ikut-ikutan terhadap perilaku mereka yang rendah.

Cerita hikmah
Perbuatan Baik Tak Akan Pernah Sia-Sia
                Dia mengumpulkan barang-barang ringan yang berharga. Setelah menaikkan ibu, istri,dan anak-anaknya ke dalam mobilnya, dia mengemudikan mobilnya menuju tanah airnya,Kuwait. Ketika tiba di Wafrah dia melihat tentara Irak dengan segala perlengkapan senjatanya. Dia heran, karena tentara tersebut tidak mencegah bahkan tidak memeriksa mereka. Mereka melanjutkan perjalanannya seperti yang ditunjukkan oleh tentara. Sebelum mereka melihat tanda-tanda bahwa mereka telah tiba di perbatasan, ibunya berkata kepada dia, “hai anakku,makanan yang kita bawa ini mau digunakan untuk apa, sementara kita sedang menuju kebaikan yang melimpah. Kenapa kita tidak menemui tentara itu,untuk memberikan sebagian makanan ini?”. Si anak berkata, “Ibu! Bagaimana kita akan memberikan makanan kepada orang yang akan membunuh kita, merusak kehormatan kita, dan membuat hati kita goncang”.
            Tetapi sang ibu tetap memaksa dia untuk kembali menemui tentara untuk memberinya makanan. Akhirnya si anak pun membanting setir kembali menuju tentara. Setibanya di depan tentara, dia langsung memberitahukan maksud baik ibunya. Tapi tentara itu justru curiga. Oleh karena itu, dia meminta mereka untuk memakan terlebih dahulu, untuk membuktikan bahwa makanan itu tidak beracun. Mereka memakan makanan yang dipilihkan oleh tentara. Baru dia percaya dan tentara dengan lahapnya memakan makanan tersebut. Dia tidak lupa berterima kasih atas kebaikan yang mereka lakukan. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan ungkapan seorang tentara, “Selama kalian berbuat baik kepada saya, dan mempersembahkan kebaikan ini maka sebaiknya kalian melewati jalan yang berbeda dengan jalan yang saya tunjukkan pertama kali kepada kalian. Karena jalan tersebut hanya akan mengantarkan kalian ke lapangan ranjau”.
            Mereka terperanjat dan ternganga sekaligus kagum terhadap penjagaan Allah SWT karena perbuatan baik. Itu sudah merupakan sunnatullah, Allah SWT memelihara hamba-hambaNya yang shaleh karena perbuatan baik yang mereka lakukan.

OLEH : SAZZA AIZAH  (34)

0 komentar:

Poskan Komentar