Globalisasi budaya Korea (Hallyu)

Minggu, 22 Januari 2012

| | |


Kalian tahu tidak kalau kita sekarang ini sedang terkena dampak globalisasi budaya dari korea. Mau tahu lebih lengkap? Baca aja artikel ini!

Sebenarnya apa sih yang dimaksud globalisasi budaya? Globalisasi budaya atau kebudayaan adalah sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture). Hal tersebut mulai terjadi secara intensif pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi.

Globalisasi budaya korea? Yup!


Korea… Tepatnya korea selatan, merupakan sebuah negara di semenanjung Asia Timur (di antara Tiongkok dan Jepang). Pada abad 21 dapat dikatakan korea selatan berhasil melebarkan sayap budayanya ke dunia internasional. Berbagai produk budaya Korea, mulai dari film, lagu, fashion, gaya hidup hingga produk-produk industri, menghiasi ranah kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
 “Globalisasi budaya pop Korea atau yang lebih dikenal dengan Hallyu ini berhasil mempengaruhi kehidupan masyarakat dunia, terutama kaum muda dalam beberapa waktu terakhir,” kata Suray Agung Nugroho, M.A., Ketua Program Studi Bahasa Korea Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Selasa (25/1), dalam seminar “Contemporary Korea: Youthful Spirit”, yang digelar di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri.

Pemerintahan kabinet korea juga sangat mendukung akan peningkatan budaya Hallyu ini, bahkan pada hari Selasa tanggal 17 Januari 2006, Kabinet Korea meninjau kembali kebijaksanaan pemerintah tahun lalu dalam mendukung penyebarluasan Hallyu, guna memberikan sokongan penuh globalisasi budaya.

Penyebaran pengaruh budaya Korea tersebut, sangat ditentukan oleh popularitas drama TV, film dan musik Pop Korea, sehingga pengaruh budaya tersebut menyebar ke berbagai penjuru dunia dengan cepat. Fenomena pengaruh budaya ini berawal dari cepatnya penyebaran pengaruh budaya pop Korea, yang terbentuk dari gaya kehidupan bangsa Korea secara umum.

Budaya pop Korea telah menjadi suatu tren atau kecenderungan di Jepang, Cina, Hongkong,Taiwan,Thailand dan Vietnam. Masyarakat di negara-negara tersebut tergila-gila pada program televisi Korea, terhadap film, program permainan komputer atau computer game, pakaian dan berbagai komoditi buatan Korea, termasuk kebutuhan sehari-hari. Pengaruh budaya Korea juga dipicu oleh banyaknya turis yang berkunjung untuk melihat-lihat, dan menikmati budaya di negeri ginseng ini.

Salah satu dari dampak budaya Hallyu yang meningkat adalah tersebarnya buku asli korea di dunia Internasional. Salah satunya buku yang berjudul “Please Look After Mom” karangan penulis terkenal dari Korea, Shin Kyung-sook. Buku ini menjadi buku pertama penulis yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Cetakan pertama buku ini sebanyak 100.000 kopi telah terjual habis dalam waktu 1 bulan dan menempati posisi ke-78 diantara buku-buku terbaik di Amazon.com dan menempati peringkat ke-16 dalam kategori kesusastraan asli di tahun 2011. Buku tersebut menyampaikan sebuah pesan universal tentang ibu dan keibuan melalui cerita tentang seorang ibu dan keluarganya.

Drama korea… Yup! Pasti tahu kan? Di Indonesia drama korea sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Drama korea yang cukup diminati masyarakat Indonesia, diantaranya: Boys Before Flowers (2009) aka Korean Hana Yori Dango 꽃보다 남자, Full House (2004) 풀하우스, Goong (2006) aka Palace or Princess Hours , My Fair Lady (2009) aka Please Take Care of the Lady aka Lady Castle 아가씨를 부탁해, Oh! My Lady (2010) ! 마이 레이디, You’re Beautiful (2009) 미남이시네요, Jewel in the palace dan lain sebagainya.
Yah… intinya Hallyu atau globalisasi budaya korea sudah menjangkiti negara kita, Indonesia. Boleh saja sih, asal kita tidak melupakan budaya kita sendiri yang sangat beragam ini.


            #TYAS REVINDA#

0 komentar:

Poskan Komentar