Bumi Ditabrak Asteroid ?

Sabtu, 21 Januari 2012

| | |
Mungkinkah Bumi ditabrak asteroid seperti dalam cerita fiksi ilmiah? Mungkinkah akan ada kehancuran? Pertanyaan ini mungkin sering kali muncul dalam benak ketika kita berpkir tentang keberadaan Bumi yang memang tidaklah “aman”.
 

Bagaimana tidak, tiba-tiba saja sebuah rumah bisa hancur kejatuhan batu meteor kecil kok. Bagaimana seandainya ada yang lebih besar? Pertanyaannya, mungkinkah ini terjadi ?

Asteroid (101955) 1999 RQ36


Salah satu asteroid yang berpotensial untuk menghantam Bumi adalah (101955) 1999 RQ36 bagian dari keluarga asteroid Apollo dan ditemukan oleh LINEAR pada tahun 1999.
(101955) 1999 RQ36 memiliki diameter sekitar 510 meter dan secara rutin dipantau oleh Arecibo Observatory Planetary Radar dan Goldstone Deep Space Network. Dalam studi dinamika yang dilakukan oleh Andrea Milani dan kawan-kawannya, mereka menemukan kalau asteroid kecil ini punya potensi untuk mengalami tabrakan dengan Bumi antara tahun 2169 dan 2199. Kemungkinan terjadinya tabrakan tersebut masih sangat bergantung dengan parameter fisik si asteroid yang masih belum diketahui. Namun diyakini kemungkinan terjadinya tabrakan itu tidak lebih dari 0,07%
Dalam perhitungan yang dilakukan oleh sebuah tim lain dari Universidad de Valladolid (UVA), Spanyol bekerja sama dengan ilmuwan dari University of Pisa (Italy), Jet Propulsion Laboratory (USA) dan INAF-IASF-Rome (Italy), potensi tabrakan (101955) 1999 RQ36 dengan Bumi diperkirakan memiliki perbandingan hanya terjadi 1 kali dari 1000 kesempatan. Dan… dari semua kesempatan ini, indikasi tabrakan yang memungkinkan bisa terjadi pada tahun 2182. Fakta ini jelas akan sangat membantu dalam merancang mekanisme untuk membelokkan jalur asteroid. Oh wow mirip di film-film yah?
Dari total keseluruhan kemungkinan tabrakan si asteroid (101955) 1999 RQ36, bisa diperhitungkan kalau yang mungkin terjadi adalah 0,00092 atau mendekati 1 kali dalam 1000 kesempatan yang dimiliki si asteroid untuk menabrak. Tapi menurut MarĂ­a Eugenia Sansaturio salah satu peneliti asteroid ini, yang mengejutkan adalah lebih dari setengah kesempatan yang ada (0,00054) memiliki kemungkinan terjadi di tahun 2182.
Perhitungan dan pantauan telah dilakukan para astronom untuk melihat kemungkinan terjadinya tabrakan asteroid (101955) 1999 RQ36 sampai dengan 2200 dengan menggunakan dua model matematika (model Monte Carlo dan line of variation sampling). Dari sini dilakukan pencarian terhadap Virtual Impactors (VIs), yang merupakan kumpulan dari statistik ketidakpastian yang bisa menyebabkan terjadinya tabrakan dengan Bumi pada waktu-waktu yang berbeda di abad ke-22. Hasilnya, VIs menunjukan kecenderungan kalau di tahun 2182 terdapat lebih dari setengah kesempatan dari 1000 untuk terjadi tabrakan dan dari 1000 itu hanya 1 yang benar-benar akan menjadi tabrakan.
Asteroid (101955) 1999 RQ36 merupakan bagian dari Potentially Hazardous Asteroids (PHA), yang memiliki kemungkinan untuk mengalami tabrakan dengan Bumi saat orbitnya berada terlalu dekat dengan orbit Bumi. Akibatnya bisa terjadi kerusakan pada kedua obyek tersebut.

Efek Yarkovsky

Dalam prakteknya, orbit dari (101955) 1999 RQ36 sudah diketahui dengan baik dari hasil 290 pengamatan optik dan 13 pengukuran radar. Namun, ada ketidakpastian orbit yang signifikan yang terjadi. Kok bisa?
Selain gaya gravitasi, garis edar asteroid juga dipengaruhi oleh efek yarkovsky, yakni gangguan yang dapat mempengaruhi orbit obyek kecil di Tata Surya. Gangguan tersebut bisa mengubah orbit benda-benda kecil di Tata Surya, karena saat berotasi mereka terjadi radiasi di satu sisi ke sisi lain. Dan yang diradiasikan adalah radiasi sinar Matahari yang mereka terima.
Sampai dengan tahun 2060, perbedaan pada orbit tabrakan masih sangat moderat. Di antara tahun 2060 – 2080, terjadi peningkatan sampai order 4 karena asteroid tersebut memang mendekati Bumi pada tahun-tahun tersebut. Setelah itu terjadi peningkatan sedikit demi sedikit sampai dengan saat asteroid kembali mendekati Bumi di tahun 2162, dan kemudian terjadi penurunan, dan di tahun 2182 tampaknya menjadi tahun dimana tabrakan akan terjadi.
Konsekuensi dari kompleksnya dinamika orbit asteroid (101955) 1999 RQ36, tidak hanya memiliki kemungkinan membawa dampak yang relatif besar namun prosedur untuk membelokan orbit hanya bisa dibuat sebelum kemungkinan tabrakan di tahun 2080. Atau lebih gampang lagi, prosedur tersebut tak bisa dibuat sebelum tahun 2060.
Menurut para ilmuwan, seandainya saja obyek ini ditemukan setelah 2080, maka pembelokan tersebut akan membutuhkan kecanggihan teknologi yang belum tersedia saat ini. Oleh karena itu, kasus ini menunjukkan bahwa pengawasan tabrakan, yang sampai saat ini belum meliputi jangka lebih dari 80 atau 100 tahun, perlu meliputi jangka waktu lebih dari 1 abad.
Maka, usaha untuk membelokkan obyek seperti ini dapat dilaksanakan dengan sumber-sumber sederhana, baik dari sudut pandang teknologi dan finansial.

http://www.infogue.com/viewstory/2010/08/07/potensi_asteroid_menabrak_bumi_tahun_2182/?url=http://langitselatan.com/2010/07/28/potensi-asteroid-menabrak-bumi-tahun-2182/

Nuklir Bisa Selamatkan Bumi dari Kiamat Asteroid


Jika sebuah asteroid raksasa meluncur ke arah bumi dan bisa memusnahkan seluruh kehidupan planet, apakah bom nuklir bisa menyelamatkan kita?

Pada kenyataannya, hancurnya bumi karena asteroid sangat mungkin terjadi mengingat ilmuwan terus mempelajari benda langit itu, dan mencari solusi agar tidak berdampak buruk bagi manusia.

Batuan angkasa yang keluar jalur tetap jadi ancaman yang pasti bagi bumi dalam jangka waktu dekat, ujar para ilmuwan.


Di lain pihak, meledakkan asteroid berisiko menciptakan puing-puing yang mengkhawatirkan di kemudian hari, ujar para ilmuwan.


Jika sebuah asteroid diperkirakan bertabrakan dengan bumi dalam 50 tahun mendatang maka penggunaan bahan peledak nuklir untuk mengalihkan atau menghancurkan batuan ini bisa jadi alternatif terbaik, ujar David Dearborn, fisikawan di Lawrence Livermore National Laboratory, Livermore, California

"Bom nuklir adalah bom terkuat yang kita tahu," kata Dearborn, yang membahas masalah itu bulan lalu pada pertemuan American Astronomical Society ke 216 di Miami, Florida.

"Ini sekitar 3 juta kali lebih efisien daripada bom kimia. Pertanyaannya adalah bagaimana (kita) menggunakan energi itu."

Dearborn berpendapat bahwa bahan peledak nuklir kuat dapat digunakan untuk mengubah orbit asteroid yang sedang menuju bumi sehingga dapat keluar jalur planet kita, dan menghindari dampak yang berpotensi merugikan.

Pilihan nuklir adalah yang paling efektif dalam situasi di mana hanya ada peringatan dalam beberapa tahun, kata David Morrison Direktur Lunar Science Institute NASA serta ilmuwan senior Astrobiology di Ames Research Center NASA di Moffett Field California, yang telah melakukan penelitian ekstensif tentang dampak bahaya asteroid dan komet.

“Jika kita mendapati asteroid yang sangat besar dan kita tidak memiliki kesempatan dalam jangka waktu beberapa tahun, (maka) nuklir mungkin merupakan hal yang bisa kita lakukan,” kata Morrison kepada SPACE.com.


“Jika memiliki waktu 10 hingga 20 tahun untuk memberikan pengatakan, mungkin kami tidak akan menggunakan nuklir.”

Dalam beberapa kasus, para ilmuwan bisa memilih untuk menangani asteroid dengan roket balistik. Tapi pada saat ini, kemungkinan ada sedikit perbedaan dalam hal akurasi kedua metode, baik nuklir dan balistik, kata Morrison.

Tapi jika menggunakan roket balistik untuk mengatasi asteroid dapat diuji, kemungkinan bahwa teknik ini bisa lebih tepat.


"Kalau kita menguji dampak balistik, maka kita dapat membuatnya lebih akurat daripada senjata nuklir," katanya.


"Salah satu masalah dengan alternatif nuklir adalah bahwa saya tidak berpikir siapa yang akan memperbolehkan kita melakukan tes," jelas Morrison.


"Saya pikir itu akan membangkitkan oposisi secara besar-besaran dari masyarakat, karena orang sangat menolak nuklir.”

http://www.infogue.com/viewstory/2010/07/06/nuklir_bisa_selamatkan_bumi_dari_kiamat_asteroid_/?url=http://ensiklopediadi.blogspot.com/2010/07/nuklir-bisa-selamatkan-bumi-dari-kiamat.html


 Risky Melasari 
33

0 komentar:

Poskan Komentar